Di alam bebas, tanpa tenda pun seorang penggiat alam bisa membuat tempat berlindung dengan cara mendirikan bivak. Bivak merupakan tempat berlindung sementara di alam bebas dari gangguan cuaca dan binatang buas. Berdasarkan bahan yang digunakan bivak terdiri dari bivak alam, bivak semi buatan dan bivak buatan.
Bivak alam dibuat menggunakan bahan sepenuhnya dari alam seperti ranting, dahan, daun dan batu. Bentuk lain dari alam yang dapat digunakan sebagai bivak yaitu gua, cekungan batu yang cukup dalam dan sebagainya, jika memilih bivak yang telah disediakan alam seperti gua, pastikan bahwa gua tersebut bukan merupakan sarang binatang seperti ular, babi hutan dan sebagainya, dan pastikan juga tidak mengandung gas beracun, untuk memastikan bahwa gua tidak mengandung gas beracun bisa dengan cara menyalakan lilin atau obor, jika lilin atau obor tetap menyala maka gua tersebut tidak mengandung racun dan aman ditempati.
Bivak semi buatan dibuat menggunakan bahan dari alam digabung dengan bahan buatan, seperti atap menggunakan daun, dinding menggunakan ponco, tali penggunakan akar gantung atau atap dari ponco dan dindingnya menggunakan daun dan cara penggabungan bahan buatan dan bahan alam lainnya.
Bivak buatan yaitu bivak yang dibuat menggunakan bahan buatan seperti ponco atau jas hujan atau bisa juga menggunakan plastik, talinya menggunakan tali rapia dan bahan buatan lainnya.
Apapun jenis bivak yang didirikan, hal terpenting adalah jangan mendirikan bivak di bawah pohon yang rapuh, dipinggir sungai, di perlintasan binatang buas atau dekat tempat yang dicurigai sarang binatang buas. Dirikan bivak di tempat kering dan rata, terlindung dari terpaan angin dan buatlah parit di sekitar bivak.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar