Kamis, 25 Februari 2016

BIARKANLAH KEADAAN ALAM SEKITAR SEPERTI SAAT PERTAMA KALI MELIHATNYA

Sampah, dari dulu hingga sekarang selalu menjadi masalah yang tak pernah habis. Sebenarnya, penemuan plastik dan kaleng itu sangat membantu manusia karena kepraktisannya tetapi di sisi lain manusia membuang sampah plastik dan kaleng sembarangan, inilah yang menjadi masalahnya, seperti kita ketahui, perlu waktu yang sangat lama plastik dan kaleng dapat terurai.

Para penggiat alam terbuka yang sedang beraktivitas di alam terbuka sebaiknya dan sudah merupakan kewajiban untuk menjaga alam sekitar (tempat mereka beraktivitas) dari sampah, biarkan keadaan alam sekitar seperti saat pertama kali melihatnya, jangan mengotorinya dengan sampah.

Sampah plastik bekas makanan masukan ke dalam ransel atau kantong khusus tempat menyimpan sampah untuk dibawa pulang dan dibuang di tempatnya, dan jangan membakar sampah sebab bekas pembakarannya dapat menarik perhatian hewan untuk memakan atau mempermainkan bekas pembakaran tersebut dan bisa saja memgakibatkan kematian bagi hewan - hewan tersebut.

Bukan hanya sampah plastik atau kaleng bekas, para penggiat alam juga harus menjaga keadaan lingkungan tempat mereka beraktivitas dari kotorannya sendiri, jika hendak buang air besar di alam terbuka, carilah tempat yang jauh dari tempat mendirikan tenda, jauh dari sungai dan jauh dari jalan setapak, minimal 200 meter sebab jika dekat dengan sungai dikhawatirkan terbawa air hujan dan mengalir ke sungai, lalu galilah lubang kira - kira sedalam 20 cm sehingga kotoran yang dikeluarkan tidak menjadi penyebab tercemarnya air sungai.

Jangan sampai penggiat alam menjadi penyebab tercemarnya air sungai di hulu karena buang sampah atau buang kotoran ke sungai di pegunungan saat melakukan kegiatan di alam terbuka dapat menyebabkan masyarakat di sepanjang hilir sungai terkena penyakit seperri sakit perut, muntaber dan sebagainya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar