Rabu, 03 Februari 2016

MARI MEMASAK DI ALAM BEBAS

Tentang masak - memasak, ini sudah pasti hubungannya dengan perut. Saat melakukan kegiatan di alam bebas, banyak tenaga yang terkuras, nah, untuk mengembalikan tenaga yang terkuras itu tidak ada jalan lain selain dengan makan, sebenarnya, sumber makanan dapat tersedia tanpa harus memasak seperti yang dilakukan ibu - ibu di dapur, banyak makanan yang dapat langsung di makan tanpa harus dimasak dulu, misalnya biskuit, coklat, roti dan sebagainya, tetapi masak - memasak di alam bebas akan menjadi keasyikan tersendiri atau kalau mungkin dijadikan sebagai sebuah keterampilan sehingga dengan bahan baku yang kita bawa mampu menghasilkan variasi menu masakan yang sesuai dengan selera kita.

Dalam kegiatan memasak di alam bebas, selain unsur makanan seperti kalori, rasa dan gizinya, ada unsur lain yang harus diperhatikan yaitu air, api dan bumbu, jangan sampai kegiatan masak - memasak gagal karena tidak adanya salah satu unsur yang disebutkan tadi. Jika sudah lengkap baru kemudian kita bicarakan masalah pengolahan dengan bumbu - bumbu sebagai penyedapnya, banyak alat masak tersedia dengan segala kekurangan dan kelebihannya, tergantung kebiasaan kita dalam menggunakannya.

Yang perlu diperhatikan pada kegiatan memasak ini yaitu pengetahuan seputar bumbu karena bisa juga jadi penyebab gagalnya proses memasak, untuk itu pengetahuan tentang bumbu sedikitnya harus kita miliki, terutama pengetahuan tentang bumbu dasar agar masakan yang dihasilkan tidak kalah enak dengan masakan buatan koki restoran.

Bawalah beberapa gelintir jahe, lengkuas, cabe, bawang, kunyit, garam, santan dan lainnya, bumbu - bumbu tersebut akan mekengkapi aroma masakan kita dan tentunya aromanya akan berbeda jika bumbu yang digunakan adalah bumbu instan seperti royko, masako dsb.

Siapa bilang digunung kita tidak bisa menikmati sate, nasi uduk, sayur asem, rendang, mengapa tidak kita coba hadirkan semur jengkol atau sambal goreng pete di tengah belantara, seharusnya semua itu bisa kita rasakan, makan makanan apapun yang kita inginkan saat melakukan kegiatan di alam bebas dan untuk mewujudkannya yaitu dengan merubah paradigma kita tentang cara makan di tengah belantara atau di puncak gunung yang biasanya hanya cukup dengan nasi dan mi instan ditambah roti dan secangkir kopi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar