Selasa, 02 Februari 2016

PECINTA ALAM DAN KEBEBASAN

Jika dilihat dari penampilan, seorang pecinta alam biasanya agak berbeda dengan orang lain pada umumnya sehingga ada yang menganggap seorang pecinta alam itu cenderung mendambakan kebebasan, urakan dan anti aturan.

Sebenarnya jika seseorang serius bergaul dengan alam terbuka bahkan menamakan dirinya pecinta alam tidak mungkin anti aturan, tidak bisa seenaknya sebab sesungguhnya alam bebas itu penuh degan aturan. Misalnya kamu pergi kegunung memakai sandal jepit dan kaos oblong pada saat hujan deras di puncak gunung, bisa mampus itu.

Di alam bebas hukumnya jelas, ada rasa hormat yang diekpresikan dengan menyiapkan diri dan perlengkapan sebelum melakukan kegiatan di alam terbuka. tidak ada kebebasan tanpa batas, ada aturan - aturan yang disepakati atas dasar pengalaman dan pelajaran yang ia (siapapun itu) dapat di alam terbuka.

Bahkan seorang pecinta alam itu seharusnya lebih disiplin, taat pada aturan baik yang tertulis maupun tidak tertulis, bagaimana ia (pecinta alam) bisa naik gunung jika fisik dan mentalnya lemah sebab tidak pernah mempersiapkan dirinya dengan latihan mental dan olahraga sedangkan latihan tersebut akan menuntut aturan - aturan yang jelas.

Kebanyakan orang menilai sesuatu dari kulit luarnya saja, menilai dari atribut - atribut yang dikenakan, bisa saja orang - orang menganggap seorang pecinta alam itu urakan, anti aturan sebab mungkin orang - orang tersebut sering melihat orang berpenampilan dan beratribut pecinta alam malah justru merusak alam, buang puntung rokok dan sampah seenaknya. Dan ini menjadi pelajaran bagi pecinta alam itu sendiri bahwa pecinta alam itu bukan gaya hidup yang atributis.

Tidak semua orang yang bergiat di alam terbuka itu pecinta alam karena banyak orang yang bergiat di alam terbuka dengan beragam motivasi, ada yang memang benar - benar untuk menjaga kelestarian alam, ada juga yang memiliki motivasi lain dengan beratribut dan mengatasnamakan pecinta alam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar