Selasa, 02 Februari 2016

UNTUK SIAPAPUN, HIDUP SELARASLAH DENGAN ALAM

Perilaku manusia saat ini, menunjukan betapa kecilnya perhatian mereka akan keterbatasan yang dimiliki alam. Ketika alam kian carut marut dan menyisakan sedikit potensinya, realita ini mengharuskan siapapun untuk hidup selaras dengan kehendak alam.

Di puncak gunung, berapa gunungan sampah yang ditinggalkan para pendaki, berapa banyak hewan yang terjebak dan teracuni oleh sampah - sampah tersebut, di sepanjang jalan pendakian berapa batang pohon yang ditebas, berapa botol cat yang dihabiskan para pendaki dalam kegiatan mengotori batu dan pohon, di kaki gunung berapa banyak pohon yang ditebang. Di pantai, berapa banyak sampah dan limbah berbahaya meracuni ikan dan makhluk air lainnya, bumi digali lalu ditinggal begitu saja.

Semuanya demi kebutuhan manusia. Dari waktu ke waktu alam terus diekploitasi namun alam punya ambang batas kemampuan. Bencana demi bencana terjadi, tanah longsor, banjir, hingga pemanasan global, ini merupakan sinyal dari alam tentang keterbatasan dirinya.

Sudah sewajarnya manusia menyelaraskan hidupnya dengan kehendak alam, memang alam diciptakan untuk memenuhi kebutuhan manusia namun untuk sebuah keserakahan alam tidak akan mampu untuk memenuhinya. seperti kata Mahatma Gandhi "Bumi ini cukup untuk memenuhi kebutuhan manusia. Tapi tidak untuk keserakahan kita.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar